Selamat datang di www.wartamaranatha.blogspot.com - Memberitakan Injil dan Mendewasakan Kerohanian

Minggu, 25 April 2010

MANUSIA BARU

I. FAKTA: SAUDARA ADALAH MANUSIA BARU OLEH KEBANGKITAN KRISTUS
Mengapa Paskah selalu dirayakan dengan telur? Ini memang diambil dari kebudayaan ‘diluar’ kekristenan, di Inggris pada abad permulaan, tetapi kemudian diberi makna baru sesuai dengan Alkitab. Telur paskah melambangkan kehidupan! Ya, kebangkitan Kristus memberikan (menegaskan) hidup yang baru. Ini yang Rasul Paulus beritahukan kepada jemaat Roma dan juga kita, bahwa orang Kristen adalah manusia baru di dalam Kristus! Orang percaya diidentifikasikan dengan kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus. Satu ‘simbol’ yang diingatkan Paulus, yaitu mengenai baptisan air. Bukankah dalam baptisan air, kita dibaptis dalam kematian Tuhan dan saat keluar dari air kita adalah manusia baru? Inilah salah satu makna baptisan air. Menjadi manusia baru bukan karena baptisan air, tetapi saat kita percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita (2 Korintus 5:17). Di dalam Kristus, kita adalah ciptaan baru.

II. HIDUPLAH SEBAGAI MANUSIA BARU!

Bayangkan, betapa menjengkelkan jika kita membeli roti yang kemasannya baru, tetapi isinya tidak! Nah, bagaimana dengan hidup kita? Kita telah mati atas dosa bersama kematian Kristus dan sekarang, kita-pun sudah bangkit bersama Kristus dalam hidup yang baru, apakah hidup kita benar-benar baru? Cara berpikir, perkataan dan tingkah laku kita ‘baru’? Hiduplah sebagai manusia baru, jangan tetap yang lama!

1. Jangan Menyerah Terhadap DOSA!

Sikap manusia baru adalah TIDAK MENYERAH kepada dosa! Rasul Paulus mengingatkan jemaat Roma dan kita supaya melawan dosa, tidak menyerah pada kuasa dosa dan terpuruk di dalam dosa lagi! Kita sudah dibaharui oleh Kristus melalui kematian dan kebangkitanNya, jadi jangan lagi menjadi manusia lama yang mengikuti keinginannya! Memang, hidup sebagai manusia baru masih harus melawan dosa, tetapi Tuhan melalui Paulus memberikan kita 3 langkah penting untuk berkemenangan atas dosa, yaitu:

a. Memandang bahwa kita sudah mati atas dosa. (Roma 6:10-11)
Kata “memandang” di sini berarti terus menerus percaya dan mengingat. Ini adalah fakta bahwa setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus sudah tersalib bersama Kristus dan orang itu sudah mati atas dosa! Jadi, bagaimana orang mati bisa berbuat dosa? Apalagi mati atas dosa itu sendiri? Nah, ini harus di-imani, diyakini dan terus dingat. Jika dosa mulai menggoda dan mencobai, mari kita ingat dan katakan “Saya sudah mati atas dosa bersama Kristus!” dan tinggalkan godaan itu!.

b. Jangan turuti dosa.

Langkah kedua adalah tidak menuruti keinginan dosa (ayat 12). Sedikitpun jangan kompromi dengan dosa. Ketika kompromi dilakukan sedikit saja, tiba-tiba kita sudah tenggelam di dalam perbuatan dosa yang dalam! Rasul Petrus memberikan nasehat yang sama dalam 1 Petrus 1:13-14.

c. Jangan serahkan anggota-anggota tubuh kepada dosa.
Sebagai langkah terakhir, jangan pernah menyerahkan anggota-anggota tubuh kepada dosa. Terlalu mudah kita serahkan anggota tubuh untuk dosa. Ingatlah kita manusia baru dalam Kristus! Apa artinya jangan menyerahkan anggota tubuh pada dosa? Artinya, jangan serahkan mulut untuk menggosip, fitnah dan berbohong. Jangan gunakan tangan untuk melakukan kekerasan, mencuri dan dosa lainnya. Jangan mata untuk melihat perkara yang sia-sia, porno dan najis! Jangan serahkan tubuh untuk percabulan dan perzinahan! Pendeknya, tubuh jangan diserahkan pada dosa untuk menjadi senjata kelaliman!!! Bagiamana dengan tubuh kita? Jangan serahkan pada dosa!

2. Menyerahkan Diri Bagi Allah!

Satu lagi ciri-ciri manusia baru, yaitu menyerahkan hidup dan tubuhnya bagi Allah. Manusia lama hidup bagi dosa, tetapi manusia baru, hidupnya juga baru, yaitu hidup bagi Allah. Bagaimana hidup bagi Allah? Pertama, Allah melalui Paulus, mendesak kita supaya kita mempersembahkan tubuh kita kepada Tuhan (band. Roma 12:1). Ini disebut konsekrasi. Sudahkah Saudara mempersembahkan tubuh ini kepada Tuhan Yesus, saat Saudara percaya dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat Saudara? Ini tindakan sekali untuk selama-lamanya. Jika belum, mari serahkan diri Saudara kepada Tuhan Yesus sekarang juga! Kedua, serahkan anggota-anggota tubuh untuk melayani Tuhan. Jika yang pertama persembahan yang tulus dari hati, yang diungkapkan kepada Tuhan, langkah kedua ini adalah praktisnya, tindakannya. Serahkan anggota-anggota tubuh Saudara kepada Tuhan Yesus supaya digunakan sebagai senjata kebenaran, untuk melayani Tuhan. Jangan tangan untuk memukul, mencuri dan perbuatan dosa lain, tapi gunakan untuk bertepuk tangan memuji Tuhan, menolong, melayani Tuhan mengerjakan kebaikan Allah bagi sesama! Mari kita serahkan mulut kita untuk memuji Tuhan bukan untuk gosip, fitnah dan menipu! Serahkan mulut kita kepada Tuhan untuk menyembah, memuji, menguatkan orang lain dan memberkati banyak orang! Demikian juga dengan anggota tubuh kita yang lain, mari kita persembahkan kepada Tuhan Yesus.

Akhirnya, mari kita sadari bahwa kita adalah MANUSIA BARU yang memiliki hidup baru dalam Kristus sebab itu jangan menyerahkan diri pada dosa, tetapi persembahkan diri kepada Tuhan dan hanya bagi Tuhan kita, Yesus Kristus. Selamat Paskah!

Pdt. Lukas Widiyanto, S.Th.

Sabtu, 17 April 2010

PEMENANG!

1 KORINTUS 15:57-58

I. FAKTA: SAUDARA ADALAH PEMENANG OLEH KEBANGKITAN KRISTUS
Rasul Paulus memberitahu jemaat Korintus dan juga kita bahwa kita adalah para pemenang! Beberapa hal yang penting dan harus kita pahami. Pertama, kemenangan kita ini bukan karena kekuatan dan kebaikan kita sendiri, tetapi ini kemenangan yang dianugerahkan oleh Allah dalam Kristus Yesus. Paulus menjelaskan bahwa kebangkitan Tuhan kita, Yesus Kristus, memberikan kita kemenangan! (band. Seluruh pasal 15 ini yang menjelaskan kebangkitan Kristus dan kebangkitan tubuh bagi orang percaya) Kedua, kemenangan ini adalah kemenangan atas maut dan DOSA! (lihat ayat 55-56). Dosa menyebabkan manusia binasa, ditelan oleh maut! Dosa mendatangkan kematian kekal, dimana manusia terpisah selama-lamanya dengan Allah. Tetapi saat kematian Kristus di kayu salib, maka dosa telah diselesaikan! Dia menanggung hukuman dosa kita. Dan kebangkitan Tuhan Yesus membuktikan bahwa maut tidak berkuasa lagi! Puji Tuhan. Jadi, hal yang sangat penting kita pegang dan percayai adalah bahwa kita adalah PEMENANG, Tuhan Yesus yang memberikan kemenangan itu. Menang atas dosa sehingga dosa tidak berkuasa atas kita. Dan menang atas maut, karena dalam percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi kita, kita tidak akan mengalai maut, bahkan akan dibangkitkan kelak pada akhir zaman dan tinggal bersama Kristus selamanya. Saudara adalah pemenang!

II. HIDUPLAH SEBAGAI PEMENANG!

Apabila kita sudah menyadari fakta yang penting ini, bahwa kita adalah pemenang, mengapa kita masih hidup sebagai orang-orang yang kalah? Rasul Paulus mendorong jemaat Korintus dan kita supaya hidup sebagai pemenang bukan orang yang kalah! (lihat ayat 58).

1. BERDIRI TEGUH DAN TIDAK GOYAH!

Sikap seorang pemenang adalah berdiri teguh dan tidak mau digoyahkan! Bayangkan kemenangan yang dicapai bukan dengan pengorbanan yang sedikit kok mau direbut lagi? Allah Bapa dan Tuhan Yesus menganugerahkan kemenangan bagi kita bukan tanpa membayar harga! Jika kita merasa adalah pemenang sudah tentu kita peertahanakan dan terus berdiri teguh! Awas bahwa peperangan tetap berlangsung dan tantangan belum usai! Berdirilah teguh!

Ada 3 tantangan yang harus kita waspadai, yaitu:
a. Pengajaran Sesat (1 Korintus 15:33).
Tidak dapat dipungkiri bahwa pasal 15 ini ditulis Paulus karena adanya pengajaran palsu yang menolak kebangkitan tubuh (baca seluruh pasal 15). Masih akan datang lagi penyesat yang mencoba mengalihkan iman kita dari kebenaran dalam Kristus, tetapi mari kita semakin teguh dalam Tuhan Yesus. Belajar FirmanNya, bersekutu dengan saudara seiman di gereja akan menumbuhkan pemahaman kita akan kebenaran Firman Tuhan.

b. DOSA.

Dosa digambarkan sebagai musuh (ayat 56). Ia mengintai anak-anak Tuhan, meskipun anak-anak Tuhan adalah pemenang dalam Kristus. Mari kita teguh, jangan mau hidup dikalahkan lagi oleh dosa. Dosa nampak begitu ganas dan hebat mencoba menarik dan mengalahkan kita. Percabulan, perzinahan, pencurian, judi, mabuk-mabukan, penggunaan narkoba, fitnah dan segala macam dosa yang mengerikan berusaha mengemas dirinya dalam kemasan kenikmatan yang tidak berbahaya dan ‘tidak nampak’ kuasa dosanya. Lawanlah dengan iman dan berdirilah teguh, jangan mau dikalahkan oleh dosa.

c. Pergumulan Hidup.

Pergumulan hidup dalpat menggoncang iman kita. Bagaimana dengan Saudara? Sedang mengahadapi pergumulan yang berat? Mulai lemah dan mau undur dari Kristus? Jangan! Ingatlah kita adalah pemenang di dalam Kristus, mari hadapi pergumulan bersama Dia dan berkemenanganlah! Tetapkan hati untuk tidak tergoyahkan karena kita memang adalah pemenang di dalam Kristus.

2. GIAT MELAYANI TUHAN.

Satu lagi ciri-ciri seorang pemenang adalah GIAT melayani TUHAN! Bukankah kemenangan, membuat kemalasan lari dan kelelahan sirna? Lihat saja kalau seorang pemain sepak bola memasukkan bola ke gawang lawan, meski dia kecapaian, namun karena berhasil, menang, maka ia dapat lari berkeliling lapangan dengan semangat! Inilah yang terjadi pada murid-murid Tuhan saat mereka menyaksikan Tuhan Yesus bangkit! Semangat yang berapi-api melayani Tuhan. Masalah dan aniaya? Itu hanya ‘bumbu’ yang justru membuat mereka berkobar untuk giat memberitakan Injil dan melayani Tuhan yang sudah bangkit! (Kisah Para Rasul 5:40-42). Bagaimana dengan Saudara? Giat melayani? Giat beribadah dan setia? Atau malas dan lesu? Ingatlah Saudara adalah pemenang karena Tuhan Yesus sudah bangkit dan memberi kemenangan! Selanjutnya, Paulus mengajak kita merenungkan bahwa karena Kristus bangkit, maka “dalam persekutuanmu dengan Tuhan, jerih payahmu tidak sia-sia!” Mengapa? Pertama, karena kita melayani Tuhan yang HIDUP! Pelayanan jadi bermakna karena yang kita layani hidup dan berkuasa! Kedua, karena jika Dia hidup, maka Dia menyertai dengan kemampuan dan kuasaNya! Ketiga, karena Dia hidup, Dia janjikan dan pastikan bahwa setiap pelayanNya menerima upah saat Dia kembali.

Saya ingatkan sekali lagi bahwa Saudara adalah PEMENANG! Pemenang karena Kristus memberikan kemenanganNya bagi Saudara! Sebab itu mari kita berdiri teguh, jangan mau digoyahkan dan giatlah melayani Tuhan kita, yang sudah bangkit dan hidup! Bangkitlah para pemenang, Kristus sudah bangkit!

Pdt. Lukas Widiyanto, S.Th.

Senin, 12 April 2010

JANGAN TAKUT!

MATIUS 28:1-8


Malaikat yang ditemui para murid perempuan Tuhan Yesus di kubur memberikan pesan Paskah kepada mereka: “Jangan takut!” Sementara itu para prajurit yang menjaga kubur Tuhan Yesus sangat ketakutan. Takut? Siapa yang tidak takut dikuburan saat masih gelap atau pagi-pagi sekali? Apalagi tiba-tiba terjadi gempa dan muncul malaikat yang sangat yang menggulingkan batu penutup kubur itu. Siapa saja akan takut dengan kejadian ini. Sebenarnya yang paling menakutkan adalah akibat dosa, bahkan ketakutan-pun adalah produk dari dosa. Manusia yang berdosa akan takut menghadap hadirat Allah Yang Mahakudus! Dan itu berdampak menjadi ketakutan akan masa yang akan datang. Hidup dalam ketakutan dan masa depanpun, saat menghadap Tuhan Allah, manusia dirundung ketakutan! Apakah Saudara takut? Pesan Paskah adalah “Jangan takut!” malaikat tidak hanya menyampaikan pesan ini, namun dia memberikan alasan yang kuat mengapa kita, sebagai anak-anak Tuhan tidak usah takut.

1. Karena TUHAN mengenal isi hati orang-orang yang mengasihi Dia!
Perhatikan bahwa malaikat itu mendasari pesanya supaya mereka tidak takut karena mereka mencari Tuhan Yesus yang disalibkan! “Janganlah kamu takut; sebab kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.” (ayat 6).! Tuhan tahu para murid perempuanNya adalah orang-orang yang mengasihi Dia. Jika tidak, mereka tidak akan datang pagi-pagi sekali untuk menengok kubur Yesus! Jika bukan karena mengasihi Tuhan, mereka tidak akan mencari dan bersiap menghormati mayat Guru dan Tuhan mereka. Lebih lagi, mereka mengasihi dan mencari Tuhan Yesus, sekalipun mereka tahu Yesus sudah mati tersalib! Mereka tetap mencari! Apakah kita mengasihi Tuhan Yesus dan mencari Dia seperti para murid perempuan ini? Tetap mengasihi meskipun saat kita tidak ‘melihat’ mujizat yang spektakuler, belum menerima pertolongan atau belum mendapat jawaban doa? Maria Magdalena dan para wanita lainnya tetap mencari Yesus, Tuhan mereka, sekalipun yang mereka tahu Yesus sudah mati! Mereka tetap mengasihi Tuhan. Bagaimana dengan kita?

2. Karena Tuhan Yesus Sudah Bangkit!
Pesan Paskah bagi para murid perempuan Tuhan itu didasarkan karena Tuhan Yesus sudah bangkit. Malaikat memberitahu mereka supaya tidak takut karena Yesus tidak ada lagi di kubur itu, Dia sudah bangkit! Jika Tuhan Yesus bangkit, itu berarti Dia hidup. Sebab itu tidak lagi perlu takut. Malaikat tidak sekedar memberitahu bahwa Tuhan Yesus yang mereka cari sudah bangkit. Namun malaikat itu memberi bukti yang nyata! Pertama, malaikat itu mengingatkan pada perkataan Tuhan Yesus tentang kebangkitanNya. Ya, Tuhan Yesus mengajarkan tentang kebangkitanNya secara terang-terangan (Matius 16:21; 17:22-23 dan 20:17-19). Bahkan para imam dan ahli-ahli Taurat serta orang Farisi-pun tahu tentang ajaran ini (Matius 27:62-66). Tidak ada bukti yang lebih kuat daripada apa yang dikatakan Alkitab tentang kebangkitanNya! Apa yang harus kita ragukan? Jadi, mari kita semakin teguh dalam Kristus! Kedua, buktinya adalah kubur yang kosong. Kubur yang sekalipun tidak dapat berbicara, namun akan terus menggemakan kesaksian bahwa Yesus sudah bangkit dan hidup!

Apabila Tuhan Yesus sudah bangkit mengapa harus hidup dengan ketakutan? Bukankah kebangkitanNya menyatakan bahwa apa yang diajarkan benar? Bahwa di dalam Dialah ada keselamatan kekal? Tidak perlu takut akan hari esok sebab Tuhan Yesus hidup!

HIDUP DENGAN BERANI
Apa maknanya pesan Paskah “Jangan takut!” ini? Pertama, jikalau Kristus sudah dibangkitkan dan hidup dan menyertai kita, maka kita tidak perlu takut “masa depan”! Baik masa yang akan datang, yang mengacu kekekalan karena Kristus yang bangkit menegaskan keselamatan di dalam Dia! Siapa yang percaya kepada Tuhan Yesus tidak akan mati lagi selama-lamanya, tetapi beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16). Berani menghadapi masa depan dalam kehidupan sekarang ini. Mengapa takut kalau Tuhan kita, Yesus adalah Tuhan yang hidup dan menyertai kita? Memang, didepan kita dapat saja banyak pergumulan dan tantangan menanti, tetapi yang pasti Tuhan Yesus, yang sudah bangkit, Dia menyertai hidup kita. Mari kita semakin teguh dalam iman dan semakin mengasihi Dia. Kedua, kita harus berani bersaksi bahwa Tuhan Yesus sudah bangkit kepada dunia ini (Matius 28:7-8). “Jangan takut!” adalah seruan Tuhan supaya kita, murid-muridNya, mewartakan Injil. Memberitakan bahwa Tuhan Yesus sudah bangkit! Bukankah Dia yang menyertai kita dan memperlengkapi kita dengan kuasaNya? Mari kita beritakan bahwa Kristus sudah bangkit dan siapa saja yang percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat akan diselamatkan.

Bangkitlah dan dengan berani tataplah masa depan dengan pengharapan karena Tuhan kita, Yesus Kristus sudah bangkit, hidup dan beserta kita! Masih takut?


Pdt. Lukas Widiyanto, S.Th.

Kamis, 08 April 2010

“AKU HAUS!”

YOHANES 19:28-29

“Aku haus!” adalah salah satu dari tujuh ucapan Tuhan Yesus di atas kayu salib. Dari tujuh ucapan Yesus di atas kayu salib yang paling sulit dipahami adalah seruan ini sebab tidak memiliki obyek, kepada siapa Tuhan berseru. Namun demikian, mari kita mencoba untuk memahami pernyataan Tuhan Yesus di atas kayu salib ini.

1. Menunjukkan Penggenapan Yang Ada Tertulis Dalam Kitab Suci!

Rasul Yohanes menafsirkan bahwa seruan Tuhan Yesus., “Aku haus!”, adalah penggenapan nubuat dalam Mazmur 22:16 dan 69:22. Tuhan Yesus adalah Mesias yang dijanjikan Allah! Dia Tuhan dan Juruselamat manusia dari dosa! Ini terbukti dari kematianNya yang menggenapi banyak nubuat dalam Perjanjian Lama. Dalam Mazmur 22 saja kita menemukan nubuat tentang mesias yang menderita dan itu tergenapi dalam penderitaan dan kematian Tuhan Yesus! Pada Mazmur 22:2 seruan ini digenapi oleh Tuhan Yesus di atas kayu salib (band. Mat 27:46). Dia diolok-olok dan dihina (Mazmur 22:7-8 band. Mat 27:39). tangan dan kakiNya ditusuk oleh paku (Mazmur 22:17). PakaianNya dibagi-bagi para prajurit (Mazmur 22:19 band. Mat 27:35). Masih banyak lagi nubuatan PerjanjianLama tentang penderitaan dan kematian Tuhan Yesus. Ini membuktikan Dialah Mesias yang dinantikan! Hanya di dalam Tuhan Yesus ada keselamatan kekal. Mari percaya dan terima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat. Bagi kita yang sudah percaya, mari kita semakin teguh dalam iman kepada Tuhan kita, Yesus Kristus!

2. Menunjukkan Sengsara Fisik Yang Dialami Oleh Tuhan Yesus.

Tidak diragukan lagi bahwa pernyataan Tuhan Yesus ini adalah ekspresi dari penderitaanNya di kayu salib! Bayangkan, mulai dari jam 3 pagi hingga jam 3 sore, Tuhan kita mengalami dera dan siksa. Dr. Mark, MD dalam bukunya tentang Penderitaan dan Kematian Yesus Secara Medis, menyatakan bahwa Tuhan bukan saja kehausan tetapi mengalami problem pernafasan, oral skresi yang sulit dan gangguan tenggorokan yang parah akibat penyesahan. PenderitaanNya membawa keselamatan bagi kita dan oleh bilurNya kita disembuhkan! (Yesaya 53:5 band. 1 Petrus 2: 24). Sebab itu mari kita semakin mengasihi Dia yang sudah menderita dan mati bagi kita!

3. Menunjukkan Bahwa Tuhan Menanggung “Kehausan” Dunia Yang Berdosa.
Tidak ada yang tidak membingungkan saat mempelajari kehidupan Tuhan Yesus. Baru saja Dia menawarkan ‘air hidup’ kepada perempuan Samaria (Yohanes 4:13-14) dan orang banyak yang mengikuti hari raya Pondok Daun (Yohanes 7:37), sekarang tergantung di kayu salib dan berseru “Aku haus!” Jika Dia menawarkan air hidup yang ajaib, sebab barangsiapa yang meminumnya tidak akan haus selama-lamanya, mengapa Dia sendiri kehausan? Sebenarnya tidak perlu bingung. Yang Tuhan Yesus tawarkan adalah kepuasan sejati, keselamatan yang kekal! Sebab manusia sudah jatuh dalam dosa dan tidak pernah terpuaskan ‘dahaga’ rohaninya sehingga hidup dalam kejahatan dan dosa seperti perempuan Samaria yang memiliki lima suami dan yang kelima-pun bukan suami sahnya! Tetapi Tuhan cinta kita. Dia datanga, Dia tergantung di kayu salib dan dahaga akibat dosa ditanggungNya. Perhatikan Yesus yang tersalib; kegelapan, kesendirian tanpa Allah dan kehausan yang dialamiNya, bukankah itu NERAKA? Ya, Tuhan menanggungnya bagi kita. Apa yang sudah kita buat bagi Dia yang mengasihi hidup kita?

4. Menunjukkan Pernyataan Yang Harus Disikapi!
Ketika Tuhan Yesus berseru “Aku haus!”, maka datang seorang prajurit yang mengunjukkan anggur asam ke mulut Yesus (Yohanes 19:29). Memang seruan Tuhan Yesus adalah sebuah pernyataan, bukan permintaan, namun itu harus disikapi! Dimana para muridNya? Dimana orang-orang yang dikasihiNya? Justru prajurit yang menyalibkanNya yang memberi minum sekalipun hanya cuka dan hanya dicicp oleh Tuhan Yesus. Bukankah pernyataan Tuhan Yesus, “Aku haus!”, harus kita responi? Tidak dengarkah kita seruanNya? Mungkin kita terlalu sibuk dengan dosa dan kejahatan, dengan urusan kita sendiri. Pada Jumat Agung, ini mari kita belajar mendengar dan menyikapi seruanNya, dahagaNya, sekalipun kita penuh kekurangan. Sebab sebenarnya bukan kita yang memuaskan hati Tuhan, tetapi Dia-lah yang sudah memuaskan hidup kita! Sekalipun demikian, mari belajar mengerjakan hidup dan pelayanan yang terbaik bagi Tuhan kita, Yesus Kristus. Pertama, kita dapat hidup dalam kebenanran untuk menyenangkan hatiNya. Jangan terus hidup dalam dosa! Mari kita hidup bagi Allah dalam Tuhan Yesus Kristus! Kedua, kita dapat memberikan yang terbaik dengan setia beribadah dan melayani Dia. Ketiga, layani sesama, mulai dari keluaraga kita, masyarakat sekitar, sesama jemaat bahkan dunia ini! Bukankah Tuhan sendiri yang memberitahu kita bahwa apa yang kita buat bagi sesama kita yang paling hina sebenarnya kita buat bagi Tuhan? (Matius 25:31-40).

Akhirnya dengan penuh ucapan syukur kita atas anugerah Tuhan Yesus di kayu salib bagi kita, mari kita hidup dalam kebenaranNya, semakin mengasihi dan lebih melayani Tuhan kita, Yesus Kristus!

Pdt. Lukas Widiyanto, S.Th.

Alasan Tidak Membayar Perpuluhan

Tiga orang yang berbeda profesi sedang berdiskusi soal perpuluhan. Mereka masing-masing mengemukakan alasan mengapa mereka belum membayar perpuluhan.

Akuntan: Saya belum membayar perpuluhan karena belum menerima surat tagihan dari Tuhan.

Pengacara: Kalau saya belum membayar perpuluhan karena belum ada undang-undang yang mengaturnya.

Bankir: Saya sih sudah lama mau membayar perpuluhan, tapi sampai sekarang saya belum tahu nomor rekening Tuhan.

cabe deeeh....

ALBUM KENANGAN