Selamat datang di www.wartamaranatha.blogspot.com - Memberitakan Injil dan Mendewasakan Kerohanian

Minggu, 29 Juli 2012

LEBIH DARI PEMENANG!

ROMA 8:37

     Rasul Paulus menyatakan, oleh Roh Kudus, bahwa kita adalah orang-orang yang lebih dari pemenang! Penulis begitu yakin dengan kemenangan, sehingga kita dapat membaca kalimat-kalimat rasul Paulus yang seakan-akan menantang pergumulan dan halangan di depannya (ayat 31-35). Ya, karena penulis adalah seorang yang lebih dari pemenang. Demikian juga Saudara! Mari kita renungkan 4 kebenaran dari pernyataan yang membangkitkan ini: “LEBIH DARI PEMENANG”.
I. Kita Lebih Dari Pemenang!
     Ketika ayat ini berbicara tentang “lebih dari pemenang”, ini merupakan hal yang luar biasa! Kata yang digunakan dalam bahasa Yunani adalah hupernikomen, yang artinya “maha pemenang” atau “super-menang”. Dengan demikian kualitas kita sebagai pemenang itu luar biasa, ya LEBIH DARI PEMENANG! Jadi, faktanya, kita yang ada dalam Tuhan Yesus Kristus adalah orang-orang yang lebih dari pemenang.Tidak ada seorangpun dalam Kristus, yang adalah orang yang kalah! Sekali lagi, kita adalah orang yang lebih dari pemenang! 
II. Lebih Dari Pemenang Atas Apa?
     Kita disebut sebagai ‘lebih dari pemenang’ menunjukkan bahwa ada tantangan atau musuh yang dikalahkan. Dalam Roma 8 ini kita akan menemukan tantangan-tantangan tersebut: Penindasan, kesesakan, penganiayaan, kelaparan, ketelanjangan, bahaya dan pedang (ayat 31-35). Bahkan Paulus mengatakan “setiap hari kami ada dalam bahaya maut”! Pada ayat 38-39 ada juga tantangan dari penguasa bahkan kuasa-kuasa gelap. Memang setiap hari atau kapan saja kita dihadapkan dengan tantangan-tantangan ini, tetapi ingatlah bahwa Saudara adalah orang yang lebih dari pemenang! Allah-lah yang membela dan menjadikan kita lebih dari pemenang.
III. Kemenangan Kita Adalah Anugerah
    Perhatikan kalimat “oleh Dia” dalam ayat  37. Ya, kemenangan kita bukan oleh kekuatan kita, tetapi karena pekerjaan Allah dalam Tuhan Yesus yang sudah bangkit, sebagai Pemenang atas maut. Dialah Sulung kebangkitan. Allah-lah yang membela dan memberikan kemenangan bagi kita. Dengan jelas Paulus menyatakan bahwa Allah ada dipihak kita (ayat 31). Siapa dapat mengalahkan Allah? Dan jika Allah dipihak kita, siapa lawan kita? Allah adalah Allah yang mengasihi kita. Bahkan tidak menyayangkan AnakNya, Tuhan Yesus, pasti Dia tidak akan membiarkan kita. Allah membenarkan kita. Dia menyatakan kita tidak bersalah. Bukan itu saja, Tuhan Yesus Kristus sebagai Pembela kita. Dia yang mati, bangkit dan duduk di sebelah kanan Bapa yang menjadi Pembela kita. Luar biasa bukan? Jadi, kalau kita disebut sebagai lebih dari pemenang hanya karena karya Allah dalam Tuhan Yesus saja. Itu sebabnya mari kita, terus bergantung kepada Dia, bukan kepada kekuatan kita.
IV. Hiduplah Sebagai Pemenang!
     Ingatlah bahwa kita “lebih dari pemenang”. Allah dalam Tuhan Yesus-lah yang memberi kemenangan bagi kita! Mari kita hidup sebagai orang-orang yang “lebih dari pemenang” Pertama, jangan mau digoyahkan oleh apapun. Apapun kondisi kita, jangan undur dan goyah! Inilah hidup sebagai orang-orang yang lebih dari pemenang. Kedua, tetap semangat menghadapi kondisi apapun. Seorang yang lebih dari pemenang nampak dari semangatnya yang terus menyala. Karena memang dia adalah seorang yang lebih dari pemenang! Semangat menghadapi pergumulan hidup, semangat beribadah, semangat melayani Tuhan Yesus dan terus semangat.
    
    Mari kita semakin semakin teguh dalam iman, jangan goyah dan terus bersemangat, karena sesuangguhnya kita adalah orang-orang yang lebih dari pemenang oleh Kristus, Tuhan kita! Bangkitlah para pemenang! Amin. 

Ibu Pdt. Antonetha Manikome

Minggu, 22 Juli 2012

UNTUK APA KE GEREJA ?

LUKAS 6:17-19

    Mengapa kita ke gereja? Siapa yang kita cari? Orang banyak ke ‘tempat yang datar’ mencari Tuhan Yesus. Kita ke gereja mencari Tuhan Yesus, bukan? Sayang, masih banyak orang Kristen ke gereja justru mencari yang lain, bukan Tuhan Yesus! Cari pengkhotbah, songleader (pemimpin pujian) atau lagu-lagu yang cocok untuk dirinya. Lebih buruk lagi, hanya mencari berkat, kekayaan atau hanya ‘jalan keluar’ dari masalahnya! Memang, yang terakhir ini, kita butuhkan, namun tetaplah Alkitab mengajarkan bahwa kita seharusnya mencari Tuhan Yesus saat kita ke gereja! Lukas, penulis Injil ini, menceritakan kepada kita bagaimana orang banyak (murid-murid dan orang-orang lain) mencari Tuhan Yesus dengan tujuan, yang seharusnya kita juga miliki.
1. Untuk Menerima KESELAMATAN: Persekutuan dengan dan di dalam Tuhan Yesus Kristus! (ayat 17)
     Sekalipun tidak tersirat, kita dapat dengan jelas menemukan bahwa orang banyak itu mencari Tuhan Yesus! Apa yang mereka temukan, sekalipun mungkin beberapa telah salah tujuan, tetapi adalah tujuan Allah ketika kita mencari (atau lebih tepat dicari) Tuhan Yesus, kita akan menemukan keselamatan, hidup kekal! Tuhan Yesus datang ke  dunia ini untuk mencari dan menyelamatkan yang terhilang (Lukas 19:10). Tuhan Yesus adalah Allah, Tuhan dan Juruselamat. Dan ketika kita percaya dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, kita beroleh hidup kekal atau keselamatan.  Apa itu keselamatan dan hidup kekal? Secara sederhana keselamatan adalah persekutuan dengan Allah yang benar, Allah di dalam Tuhan Yesus. Hidup rohani kita yang mati, dihidupkan kembali dan ini akan terjadi terus menerus sampai kekekalan. Inilah berkat kekal yang tidak boleh kita lupakan. Cari Tuhan Yesus bukan supaya makmur dan kaya atau sehat, tetapi supaya kita beroleh hidup kekal! Jika Saudara belum tahu, mari terimalah Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat Saudara! Berikutnya, jika Saudara sudah menerima Tuhan Yesus, mari kita bersyukur, beribadah kepada Tuhan Yesus. Ingat, Saudara adalah pemilik HARTA KEKAL yang AJAIB, yaitu keselamatan dalam Kristus, itu sebabnya ke gereja adalah ucapan syukur kita kepada Tuhan. Masih bingung, mengapa kita ke gereja? Jangan lagi!
2. Untuk mendengar pengajaran Tuhan Yesus (ayat 18).
     Orang banyak mencari Tuhan Yesus “untuk mendengarkan Dia” (ayat 18). Ya, orang-orang saat itu mengerti betapa pentingnya mendengarkan ajaran Tuhan Yesus!  Bagaimana dengan kita? Apakah kita ke gereja untuk mendengarkan pengajaran Tuhan Yesus? Sebenarnya, firman Tuhan (khotbah) adalah sentral dari liturgi Kristen. jadi jangan diabaikan! Mendengar Firman Tuhan itu sangat penting! Mengapa? Pertama, karena melalui Firman Tuhan, Injil, kita dituntun untuk menerima keselamatan (Roma 10:17 band. 2 Timotius 3:15). Kedua, melalui Firman Tuhan, kita diubah menjadi serupa dengan Tuhan Yesus (Efesus 4:14-16; Roma 8:28-29). Firman Tuhan diberikan untuk menyatakan kesalahan, mengubah kelakuan, mengajarkan kebenaran dan mendidik kita melakukan kebenaran Tuhan sehingga kita diubah semakin serupa dengan Kristus (2 Timotius 3:16-17). Nah, itu sebabnya mari kita sungguh-sungguh mendengar Firman Tuhan. Kalau bisa kita catat dan renungkan di rumah. Selain itu berikanlah hati kita untuk disentuh dan diubah oleh FirmanNya. Dan yang paling penting, lakukanlah firman Tuhan itu, maka kita akan diubah menjadi serupa dengan Kristus!
3. Untuk menikmati berkat dari Tuhan Yesus (ayat 18b-19).
    Secara jujur, orang banyak yang datang kepada Tuhan Yesus juga untuk disembuhkan, untuk menerima pertolongan. Ini bukan salah, tetapi jangan lupakan tujuan kekal yang Allah rencanakan, yaitu keselamatan dan diubah menjadi serupa dengan Kristus! Memang kita beribadah dengan kerinduan untuk memuliakan Tuhan kita, Yesus Kristus dan untuk bersyukur kepadaNya. Tetapi Tuhan-lah yang ‘mendesain’ ibadah kita juga untuk memberkati kita! Lihat saja, orang banyak, yang datang mencari Tuhan Yesus menerima berkat ajaib. Suatu berkat eskhatologis, berkat yang “akan datang” tetapi di terima sekarang ini! Mereka yang sakit disembuhkan (ayat 18b). Bukankah di Sorga tidak ada lagi sakit penyakit? Dan roh-roh jahat diusir Tuhan Yesus, seperti keadaan Sorga yang bersih dari laknat, kejahatan dan roh jahat! Mari kita beribadah dengan sungguh karena kehadiran Tuhan Yesus memberikan berkat yang ajaib; yang sakit disembuhkan, roh jahat diusir, yang lemah dikuatkan, yang berduka memperoleh penghiburanNya dan yang mengalami pergumulan, Dia memberi jalan. Saya percaya, Tuhan Yesus tidak berubah! Kasih dan kuasaNya tidak akan pernah berbuah!
    Mari kita semakin setia beribadah dan semakin teguh dalam iman, bersyukur senantiasa karena keselamatan yang sudah dianugerahkan Tuhan Yesus bagi kita, semakin sungguh mendengar pengajaran Tuhan kita, Yesus Kristus! Dan mari kita menikmati segala berkat Tuhan yang ajaib, yang disediakanNya bagi kita! 

 Pdt. Lukas Widiyanto, S.Th.

Minggu, 15 Juli 2012

BERGERAK DALAM RANCANGAN ALLAH

YESAYA 55:8-11

    Saudara yang dikasihi Tuhan pada hari ini melaui pembacaan kita, ada hasil perenungan yang perlu diletakkan sebagai pijakan perjalanan hidup ke depan, yakni RANCANGAN  ALLAH. Kebenaran dan kekuatan rancangan  Allah memiliki nilai mutlak untuk  terwujudnya suatu peristiwa atau realitas kehidupan, yang itu berarti tidak dapat disejajarkan dengan nilai sebuah pengalaman. Sebab pengalaman hanyalah merupakan ‘ruang’ peristiwa dari kehidupan yang telah dirancangkan Allah. Oleh karena itu pada hari ini kita akan mempelajari beberapa bagian tentang rancangan Allah dalam kehidupan kita.
I. Mengenal Rancangan Allah
    Kita harus menyadari bahwa perspektif kita bukanlah perspektif Allah. Perspektif kita berdasarkan pada apa yang kita lihat secara alami. Kita tidak mengerti sebagaimana Allah mengerti, ‘itulah sebabnya kita harus bertindak dengan iman. Hidup karena percaya, bukan karena melihat (2 Korintus 5:7). Allah menghendaki keselamatan dunia ini melalui iman di dalam Anak-Nya yang tunggal yaitu Yesus Kristus (Yohanes 3:16 band. Yeremia 29:11). Untuk mengenal rancangan  Allah kita harus benar-benar  memusatkan perhatian pada Firman  Allah (Yohanes 1:1, 14). Firman Allah itulah yang harus menjadi dasar dan arah totalitas kehidupan kita, yang kemudian kita teruskan kepada orang laindi sekitar kita (Yohanes 15:16; 1 Petrus 2:9). Apabila hidup kita ada dalam rancangan Allah, kita akan menjadi berkat bagi orang lain di sekitarnya.
II. Bergerak dalam Rancangan Allah.
      Apa arti dan aktualisasi bergerak dalam rancangan Allah. Pertama, mengakui bahwa Allah melakukan yang terbaik atau sesuai dengan kehendak-Nya; tidak selamanya  Ia memberikan yang menyenangkan bagi kita misalnya, saat kita sakit, kita diberi obat yang pahit tetapi memiliki tujuan untuk kesembuhan kita. Jadi, terbaik bagi Allah, tidak sama dengan terbaik bagi kita. Berusahalah mengerjakan perkara yang Ia kehendaki, bukan yang kita senangi semata (Matius 26:39).
Kedua, menyadari posisi kita  yaitu sebagai seorang hamba, artinya kita harus taat kepada perintah Tuhan. Seperti Yesaya yang mau diutus untuk masuk dalam rancangan Allah walau kelihatannya susah (Yesaya 6:8). Yesaya mau melakukannya karena ia yakin bahwa Allah akan melakukan yang terbaik baginya. Kita seharusnya demikian juga seperti Yesaya, bukan menolak ketika kita diutus untuk masuk dalam rancanganNya. Ketiga, menyadari atau mengakui bahwa sebagai hamba Allah, kita akan hidup dalam pemeliharaan-Nya. Dia akan mencukupkan seturut pemeliharaan-Nya (Filipi 4:19). Keempat, memiliki kepekaan secara rohani (Yesaya 55:6,7). Kelima, rela melupakan yang dibelakang dan sungguh-sungguh berlari mencapai tujuan-Nya (Filipi 3:13,14).
III. Jaminan dalam Rancangan Allah.
      Ada jaminan atau kepasitan dalam rancangan  Allah (Yesaya 55:11). Allah tidak pernah gagal dalam setiap tindakan yang dirancangkan-Nya. Allah dan firman-Nya tetap sama, bagaimanapun keadaan, status dan reaksi kita. Allah senantiasa bertindak sesuai dengan sifat dan kebenaran-Nya. Sifat setia-Nya menjadi jaminan tergenapinya setiap janji-janji firman-Nya. sementara ‘kekuatan’ pengalaman tidak ‘selalu’ mampu menjadi penjamin kehidupan masa kini, apalagi kehidupan yang akan datang (Lukas 5:1-11). Hanya firman-Nya  yang benar dan setia, itu sebabnya hidup hanya dengan mempercayai setiap firman-Nya, dalam segala situasi kondisi kehidupan (Lukas 1:37).
    Hanya dengan menggerakkan kehidupan di dalam rancangan  Allah, kehidupan ini menjadi berarti. Berarti karena melangkah pasti untuk menikmati janji. Janji damai sejahtera untuk hidup masa kini dan keselamatan kekal untuk hidup yang akan datang (Yohanes 14:3, 27, 28). Tuhan Yesus memberkati.

Pdt. Adrian L. Manikome,  Bitung

Minggu, 08 Juli 2012

AJARAN ALKITAB MENGENAI PERJAMUAN KUDUS

1 KORINTUS 11:23-34

    Ada 2 sakramen yang ada dalam Gereja, yang dianugerahkan Tuhan, yaitu sakramen Perjamuan Kudus dan Baptisan Air. Mungkin sudah berulang kali kita mengikuti ibadah Perjamuan Kudus di gereja, tetapi jangan-jangan kita tidak tahu kebenaran Alkitab tentang Perjamuan Kudus. Penting kita mempelajari apa kata Alkitab tentang Perjamuan Kudus. Perikop yang kita baca ini adalah mengenai Perjamuan Kudus. Ada beberapa kebanaran yang dinyatakan 1 Korintus 11:23-34 ini.
I. Dasar dari Perjamuan Kudus  adalah Perintah TUHAN YESUS!
    Rasul paulus dengan tegas menyatakan bahwa Perjamuan Kudus adalah “apa yang diterimanya sendiri dari Tuhan Yesus“ dan diteruskan kepada jemaat untuk dilakukan (ayat 23). Memang benar, Tuhan Yesus-pun telah memerintahkan Perjamuan Kudus dilakukan oleh murid-muridNya terus menerus untuk mengingatNya (Lukas 22:19-20). Jelas, Perjamuan Kudus bukanlah produk gereja tertentu atau tradisi gereja, tetapi apa yang Tuhan Yesus perintahkan kepada kita. Jadi, kita harus melaksanakan dan mengambil bagian dalam ibadah Perjamuan Kudus.
II. Elemen Perjamuan Kudus: Roti dan anggur (ayat 23-25).
      Elemen yang digunakan dalam perjamuan Kudus adalah roti dan anggur. Alkitab menegaskannya dengan jelas (baca juga Matius 26: 26-28; Markus 14:22-25; Lukas 22:15-20). Roti melambangkan tubuh Tuhan Yesus yang dipecahkan bagi kita dan anggur melambangkan darah Tuhan Yesus yang ditumpahkanNya bagi kita. Roti dan anggur tidak benar-benar menjadi darah dan daging sungguhan, tetapi Tuhan Yesus hadir secara iman dalam ibadah Perjamuan Kudus kita! Itu sebabnya kita sudah seharusnya bersungguh-sungguh dalam ibadah Perjamuan. Jangan dengan cara yang tidak layak, yang hanya akan mendatangkan hukuman! (baca 27-32).
III. Syarat untuk mengikuti Perjamuan Kudus.
    Dalam 1 Korintus 11 secara tersirat menjelaskan siapa yang boleh mengikuti Perjamuan Kudus. Apakah syaratnya? Pertama, harus sudah percaya Tuhan Yesus. Surat ini ditujukan kepada orang Kristen di Korintus! Jelas harus percaya Tuhan Yesus dan segenap karyaNya, kematian dan kebangkitanNya yang menyelamatkan (band. 1 Korintus 15:3-4). Jika Saudara sudah percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka Saudara dapat mengikuti Perjamuan Kudus. Kedua, menguji diri (ayat 27-32). sikap atau syarat berikutnya adalah menguji diri apakah kita layak mengambil bagian dalam Perjamuan Kudus. Jika tidak, minta pengampunan Tuhan Yesus dan selanjutnya mengikuti Perjamuan Kudus. Jangan menghindari Perjamuan Kudus sebab Tuhan Yesus merindukan pertobatan kita. Dan dengan demikian ada berkat Tuhan melalui Perjamuan Kudus!
IV. Makna Perjamuan Kudus.
   Tuhan mengajar kita tentang makna dari Perjamuan Kudus. Pertama, Perjamuan Kudus menjadi peringatan akan Tuhan Yesus (ayat 24-25). Perjamuan Kudus bertujuan untuk mengingat Tuhan Yesus; kasihNya dan anugerah Bapa! Tidak seharusnya Perjamuan Kudus difokuskan untuk kepentingan kita saja seperti yang terjadi sekarang ini. Perjamuan Kudus untuk kesembuhan, dapat mujizat dan berkat! Tetapi Perjamuan Kudus supaya kita ingat akan kasihNya, pengurbananNya dan kemudian membawa kehidupan kita diingatkan untuk semakin teguh mengikut Tuhan Yesus dan semakin mengasihi Dia! Kedua, Perjamuan Kudus mengingatkan kita bahwa kita adalah satu tubuh, yaitu tubuh Kristus! (1 Korintus 10:16-17). Kita mendapat roti yang terpecah dari satu roti yang sama. Ini menganalogikan suatu kenyataan bahwa di dalam Tuhan Yesus, kita semua satu tubuh. Sebab itu jangan ada perpecahan dan kebencian satu dengan yang lain, melainkan saling mengasihi! Ketiga, Perjamuan Kudus mengingatkan kita kepada amanat agung Tuhan Yesus, yaitu memberitakan kematianNya (ayat 25). Saat kita mengambil bagian dalam Perjamuan Kudus, kita sedang memberitakan kematian Kristus bagi dunia ini. Perjamuan Kudus pada awalnya dilakukan di rumah-rumah jemaat dan ‘terbuka’ secara umum, dilihat banyak orang termasuk orang yang belum percaya! Sehingga Perjamuan kudus merupakan pemberitaan Injil. Jadi, mari setiap kali kita mengambil bagian dalam perjamuan Kudus, kita diingatkan Tuhan untuk terus memberitakan kematian Tuhan Yesus yang menyelamatkan bagi sesama kita.
    Akhirnya, biarlah setiap kali kita mengambil bagian dalam ibadah Perjamuan Kudus kita lakukan dengan pengertian yang benar dan dengan kesungguhan, maka Tuhan Yesus yang dimuliakan dan kehidupan rohani kita-pun ditumbuhkan. Tidak mengherankan apabila berkat,. mujizat dan kesembuhan menjadi bagian umat Tuhan Yesus yang bersungguh-sungguh mentaati perintahNya mengambil bagian dalam Perjamuan Kudus-Nya. Tuhan Yesus memberkati! 

Pdt. Lukas Widiyanto, S.Th.

Senin, 02 Juli 2012

MENGHADAPI PERGUMULAN

Markus 6:45-52

Pada perikop sebelumnya, Tuhan Yesus mengadakan mujizat melipat gandakan 5 roti, 2 ikan untuk  5000 orang (ayat 38, 41-44 band. 52), namun pada peristiwa Yesus berjalan di atas air, hati murid-murid tetap degil. Keadaan ini menandakan mereka belum mengerti bahwa Tuhan Yesus berkuasa dan ajaib. Dalam ayat 45 dan seterusnya, murid-murid Yesus mengalami pergumulan di tengah danau, mereka berjuang melawan angin sakal. Pergumulan dapat datang kapan saja, silih berganti, dan tanpa diundang dalam hidup kita. Setiap orang pasti mengalami pergumulan, namun bagaimana sikap yang tepat dalam menghadapi pergumulan?
1. Berdoa. (ayat 46)
    Ketika murid-murid berangkat menyeberang, Tuhan Yesus tinggal untuk berdoa. Tuhan Yesus mengajak kita untuk berdoa ketika mengalami pergumulan (band. Markus 14:32-36). Tuhan Yesus sendiri memberi teladan berdoa ketika menghadapi pergumulan di taman Getsemani. Daniel juga merupakan teladan dari kehidupan yang suka berdoa. Doa orang benar didengar oleh Tuhan (Amsal 15:29). Jangan kita meremehkan doa karena doa sangat besar kuasanya. Dalam menghadapi pergumulan, berdoa merupakan  sikap yang tepat.
2. Tidak mengandalkan Kekuatan Sendiri (ayat 47)
     Murid-murid berusaha menghadapi angin sakal dengan kekuatan mereka. Namun semua sia-sia! Orang yang mengandalkan kekuatannya sendiri, mengandalkan kekuatan kuasa gelap adalah terkutuk (Yeremia 17:5). Tuhan Yesus memang tidak bersama mereka dalam perahu, Tuhan Yesus ada di darat, namun Dia melihat kondisi yang dialami murid-muridNya yang mengalami kepayahan dalam mendayung perahu mereka. Satu kebenaran yang harus kita percaya, bahwa dalam pergumulan kita, Tuhan Yesus melihat kita dan Dia mempedulikan kita. Sebesar apapun masalah yang kita hadapi, pandanglah Tuhan Yesus  yang sanggup menyelesaikan pergumulan kita. Jangan mengandalkan kekuatan sendiri.
3. Tuhan Yesus Membawa Pergumulan Kita Di Telapak KakiNya
    Kira-kira jam 3 malam, Tuhan Yesus datang kepada murid-muridNya,Tuhan Yesus berjalan di atas air, artinya Tuhan Yesus membawa pergumulan kita di telapak kakiNya.Tuhan Yesus  sanggup memberikan kemenangan atas pergumulan kita, Dia taruh segala pergumulan kita di telapak kakiNya. Tidak ada pergumulan yang tidak dapat diselesaikan, Tuhan Yesus sanggup menyelesaikan segala pergumulan kita. Karena Dia berkuasa, maka Dia pun sanggup menjadikan kita anak-anak-Nya menjadi pemenang.
4. Hadapi Dengan Tenang Dan Tidak perlu Takut (ayat 49-50)
    Dalam kondisi ketakutan, murid-murid menyangka Tuhan Yesus adalah hantu. Hadapi pergumulan dengan tenang, jangan berteriak-teriak seperti orang yang tidak percaya Tuhan Yesus. Tuhan Yesus berkata kepada kita: “Tenanglah ...” Tuhan Yesus sanggup menolong kita. Dengan firmanNya, Dia berkata: “Aku ini, jangan takut...! Ketika Tuhan Yesus naik ke perahu dan angin pun redalah. Tuhan ingin Dia masuk dalam hidup kita. Bersama Dia, kita akan mengalami perkara-perkara yang luar biasa. Tuhanlah penolong kita yang sejati (Mazmur 54:6). Yang penting di sini adalah sikap kita untuk selalu dekat dengan Dia.
    
    Akhirnya, miliki sikap yang tepat dalam menghadapi pergumulan dalam hidup kita; berdoa, tidak mengandalkan kekuatan sendiri, percaya bahwa Tuhan Yesus membawa segala pergumulan kita di telapak kakiNya dan yang terakhir, hadapi pergumulan dengan tenang dan tidak perlu takut. Tuhan ada bersama kita dan memberkati kita.

 Pdt. Ishak Widiyanto

Alasan Tidak Membayar Perpuluhan

Tiga orang yang berbeda profesi sedang berdiskusi soal perpuluhan. Mereka masing-masing mengemukakan alasan mengapa mereka belum membayar perpuluhan.

Akuntan: Saya belum membayar perpuluhan karena belum menerima surat tagihan dari Tuhan.

Pengacara: Kalau saya belum membayar perpuluhan karena belum ada undang-undang yang mengaturnya.

Bankir: Saya sih sudah lama mau membayar perpuluhan, tapi sampai sekarang saya belum tahu nomor rekening Tuhan.

cabe deeeh....

ALBUM KENANGAN