Selamat datang di www.wartamaranatha.blogspot.com - Memberitakan Injil dan Mendewasakan Kerohanian

Rabu, 27 Januari 2010

BERIBADAH HANYA KEPADA TUHAN

YOSUA 24:1-28
Kepada siapa kita beribadah? Tentunya kepada Tuhan Yesus, karena kita adalah orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Namun masih ada orang Kristen yang beribadah kepada Tuhan Yesus + + (baca: plus-plus). Artinya percaya Tuhan Yesus, tapi juga percaya ilah-ilah lain. Apakah hal ini dapat dibenarkan??? Jawabnya tentu: “Tidak benar”. Melalui tindakan-tindakan Yosua dalam membangun kehidupan beribadah bangsa Israel, kita dapat merenungkan 3 bagian:
I. Yosua mengajak bangsa Israel beribadah kepada Tuhan (ay. 1-14)
Yosua mengumpulkan tua-tua, para kepala suku, para hakim dan para pengatur pasukan untuk berdiri di hadapan Tuhan dan membaharui perjanjian dalam hal ibadah kepada Tuhan. Yosua terlebih dahulu menyampaikan Firman Tuhan yang mengingatkan kembali akan perjalanan sejarah nenek moyang bangsa Israel. Dimulai dari Abraham, Ishak, Esau, Yakub, dan sampai kepada bangsa Israel pada saat itu. Hal ini menyimpulkan bahwa:
A. Allah turut bekerja dalam perjalanan sejarah kehidupan bangsa Israel (mulai jaman nenek moyang sampai bangsa Israel pada saat itu).
Bagaimana Allah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib dengan melepaskan mereka dari kuasa Mesir, Allah membelah laut Teberau, Allah melindungi dari kutukan Bileam, Allah menuntun mereka memasuki tanah Kanaan. Allah menghalau semua penduduk Kanaan , Allah berperang bagi mereka, Allah membelah sungai Yordan, sampai mereka masuk tanah Kanaan (ay. 1-11). Hal ini didukung dengan pengakuan dari bangsa Israel sendiri (ay. 16-18).
B. Keberadaan bangsa Israel semata karena Tuhan.
Mereka yang dahulu penyembah allah asing di seberang sungai Efrat (ay. 2), tetapi sekarang menjadi penyembah Allah Yahweh. Allah juga memberkati mereka dengan luar biasa. Tanah Kanaan yang makmur, diserahkan kepada bangsa Israel dengan tidak bersusah-susah (ay. 13). Sebab itu Yosua mengajak bangsa israel beribadah kepada Tuhan dengan tulus ikhlas, menjauhkan segala allah-allah asing, mencondongkan hati kepada Tuhan (setia), dan mendengarkan firmanNya (ay. 14, 23-24).
Kita pun seharusnya beribadah kepada Tuhan. Menjadi orang percaya Tuhan Yesus adalah sebuah anugerah, bukan karena usaha kita (Efesus 2:8). Allah telah menyelamatkan hidup kita. Melalui pengorbanan Kristus di atas kayu salib, kita yang seharusnya binasa, tetapi beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16, Kolose 1:13, I Petrus 2:9-10). Allah yang memberkati hidup kita dengan perlindunganNya, penyertaanNya, pertolonganNya. Tidak dapat tidak kita beribadah kepadaNya.

II. Yosua menantang Bangsa Israel Untuk Memilih Kepada Siapa Mereka Beribadah (ay.15, 19)
Tantangan Yosua kepada bangsa Israel bukannya tanpa alasan.
A. Bangsa Israel mengalami kegagalan-kegagalan untuk beribadah hanya kepada Tuhan.
Ingatkah kita dengan peristiwa Patung Anak Lembu Emas (Kel 32) dan Baal Peor (Bilangan 25)? Ya, itulah kegagalan bangsa Israel. Sebagai penyembah Allah, mereka masih juga jatuh dalam penyembahan kepada allah-allah asing. Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga memiliki kegagalan dalam beribadah hanya kepada Tuhan? Dimana letak kegagalan kita?
- Ketika kita mempercayai takhayul/ dongeng wanita-wanita tua (mitos). Tanpa kita sadari, hidup kita dipengaruhi bahkan dikuasai oleh mitos-mitos. Itu sama dengan penyembahan kepada allah asing. Itu adalah sebuah kegagalan.
- ketika kita masih berurusan dengan okultisme/setan. Kita masih datang kepada dukun, paranormal untuk meminta petunjuk ataupun pertolongan. Ketika kita mempercayai ramalan bintang, tarot, dan sebagainya. Itu juga merupakan kegagalan.
B. Komitmen Yosua dan keluarganya untuk beribadah kepada Tuhan.
Yosua dan seisi rumahnya memilih beribadah kepada Tuhan, sekalipun (seandainya) bangsa Israel tidak beribadah kepada Tuhan. Karena Yosua sendiri menyadari mengapa ia harus beribadah kepada Tuhan. Seharusnya komitmen Yosua menjadi komitmen kita juga. Sekalipun lingkungan sekitar kita (tempat tinggal, pekerjaan) tidak beribadah kepada Tuhan, kita akan tetap beribadah kepada Tuhan. Sekalipun kita mengalami ejekan, sindiran karena kita pengikut Tuhan Yesus. Sekalipun kita di tawari “pertolongan lain” (dukun, kuasa gelap), kita menolaknya dan akan tetap beribadah hanya kepada Tuhan.

III. Yosua Mengikat Perjanjian Dengan Bangsa Israel Untuk Beribadah Hanya Kepada Tuhan (ay. 24:19-28)
Di Sikhem inilah, Yosua bersama bangsa Israel mengikat janji setia untuk beribadah hanya kepada Tuhan. Janji tersebut harus disikapi dengan:
a. Menjauhkan allah-allah asing (berhala)
b. mencondongkan hati kepada Tuhan
c. Sepakat dengan konsekuensi apabila melanggar perjanjian:
- Allah yang kudus adalah Allah yang cemburu tidak
akan mengampuni dosa dan kesalahan
- Allah akan menghukum dan membinasakan.

Hari ini, kita pun mau berjanji kepada Tuhan untuk beribadah hanya kepada Tuhan. Jangan pernah lupakan anugerah-Nya kepada kita (keselamatan), berkat-berkatNya. Ingat akan kegagalan kita. sesungguhnya hanya Tuhan saja yang layak disembah, karena Dia adalah Allah di atas segala allah. Tuhan Yesus Memberkati.

Pdm. Dwi Cahyono, S.Th

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Alasan Tidak Membayar Perpuluhan

Tiga orang yang berbeda profesi sedang berdiskusi soal perpuluhan. Mereka masing-masing mengemukakan alasan mengapa mereka belum membayar perpuluhan.

Akuntan: Saya belum membayar perpuluhan karena belum menerima surat tagihan dari Tuhan.

Pengacara: Kalau saya belum membayar perpuluhan karena belum ada undang-undang yang mengaturnya.

Bankir: Saya sih sudah lama mau membayar perpuluhan, tapi sampai sekarang saya belum tahu nomor rekening Tuhan.

cabe deeeh....

BERBAGI PESAN

ALBUM KENANGAN

Memuat...