Selamat datang di www.wartamaranatha.blogspot.com - Memberitakan Injil dan Mendewasakan Kerohanian

Minggu, 21 April 2013

ALLAH BAIK BAGI YANG TULUS HATI!


Mazmur 73:1-28


    Untuk tulus hati di zaman sekarang ini tidaklah mudah. Sebagai contoh, di negara kita kasus korupsi terjadi dimana-mana, bahkan hampir di segenap aspek kehidupan.Orang digoda untuk tidak tulus hati dalam kehidupannya. Dengan tidak tulus hati, orang bisa mendapatkan keuntungan-keuntungan yang besar, meski tidak halal. Pemazmur, bani Asaf, juga mengalami godaan dan hampir “terpeleset” jatuh dalam ketidak tulusan hati karena melihat kehidupan orang-orang fasik (ayat 2). Tetapi dia tetap tulus hati. Bahkan di awal mazmurnya, dia memiliki keyakinan bahwa sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hati.
 
Arti Tulus Hati
    “Tulus hati” dalam bahasa lain yaitu integritas (Inggris: integrity). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti bersih hati (benar-benar keluar dr hati yg suci); jujur; tidak pura-pura; tidak serong; tulus hati; tulus ikhlas.
 
Tulus Dalam Segala Aspek Kehidupan
    Sebagai orang percaya, ketulusan hati harus ada dalam segala aspek kehidupan kita. Bagaimana dengan kita? Apakah kehidupan kita dipenuhi dengan ketulusan hati? Dalam keluarga, apakah hubungan setiap anggota keluarga dibangun dalam ketulusan? Dalam mengatur keuangan? Dalam pelayanan? Dalam pekerjaan/bisnis? Dalam berbicara? Seharusnya dipenuhi dengan ketulusan hati.
 
Godaan Untuk Tulus Hati
    Banyak godaan untuk tulus hati. Pemazmur melihat fakta dari kehidupan orang fasik, yaitu orang-orang yang tidak tulus hati (ayat 3-12):
a. Hidupnya makmur dan semakin diberkati
b. Tidak ada sakit penyakit
c. Gemuk
d. Tidak menderita
e. Hidupnya senang
Ya, siapa yang tidak tergoda melihat kehidupan orang-orang yang tidak tulus hati? Pemazmur pun menjadi cemburu dan  tergoda untuk tidak tulus hati; pemazmur merasa sia-sia dalam mempertahankan kehidupannya yang suci; bahkan Pemazmur mengalami kesusahan, kena tulah dan hukuman.
 
Sikap Menghadapi Godaan Tidak Tulus Hati
    Menghadapi godaan untuk tidak tulus hati, Pemazmur mengambil sikap untuk tetap dekat dengan Allah (ayat 23). Karena Pemazmur yakin bahwa Allah itu baik bagi orang yang tulus hati. Allah memberikan kebaikan-kebaikanNya dengan memegang tangan orang yang tulus hati dan memberi nasihat dan tuntunan bagi orang yang tulus hati dan mengangkatnya dalam kemuliaan. Bahkan Pemazmur diberi hikmat untuk melihat kesudahan orang Fasik (ayat 18-20). Memang mereka sepertinya “diberkati” namun pada akhirnya mereka akan dibinasakan dalam sekejap mata. Betapa mengerikan ! Sebab itu janganlah tergoda untuk tidak tulus hati !
 
Kita Dapat Tulus Hati !
    Ketika kita percaya Tuhan Yesus Kristus, maka darah Kristus telah menyucikan hati nurani kita dari segala dosa kejahatan, termasuk ketidak tulusan hati. Sehingga kita dimampukan untuk tulus hati dalam segenap aspek kehidupan kita.Apakah kita sedang tidak hidup dalam tulus hati? Atau kita sedang tergoda untuk tidak tulus hati? Datang pada Kristus, Dia akan mengampuni dan menyucikan hati kita, kita akan dijadikan orang-orang yang tulus hati. Tuhan Yesus Memberkati

Pdt. Dr. T. Haryono - Solo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Alasan Tidak Membayar Perpuluhan

Tiga orang yang berbeda profesi sedang berdiskusi soal perpuluhan. Mereka masing-masing mengemukakan alasan mengapa mereka belum membayar perpuluhan.

Akuntan: Saya belum membayar perpuluhan karena belum menerima surat tagihan dari Tuhan.

Pengacara: Kalau saya belum membayar perpuluhan karena belum ada undang-undang yang mengaturnya.

Bankir: Saya sih sudah lama mau membayar perpuluhan, tapi sampai sekarang saya belum tahu nomor rekening Tuhan.

cabe deeeh....

ALBUM KENANGAN